EDISIINDONESIA.id – Presiden Prabowo Subianto menegaskan, ancaman bangsa Indonesia saat ini tidak hanya berbentuk fisik atau perang konvensional. Untuk itu, Prabowo berpesan kepada prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mempersiapkan diri mengadapi berbagai bentuk ancaman.
Hal itu disampaikan Prabowo saat menjadi Inspektur Upacara peringatan HUT ke-81 TNI di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
“Dunia sekarang menunjukkan penuh gejolak, penuh ketidakpastian. Kita tidak tahu kapan ancaman kepada kita menjadi nyata,” katanya. “Sekarang ancaman tidak hanya fisik, kita bisa diserang dan sudah mulai diserang melalui siber, disinformasi, melalui berita bohong yang selalu ingin Indonesia dipecah belah, selalu ingin Indonesia gaduh,” lanjutnya.
Menurut Menteri Pertahanan 2019-2024, serangan tersebut juga bertujuan mengganggu ekonomi bangsa. Ada pula serangan dalam bentuk pencurian kekayaan bangsa, dan penyelundupan ke dalam negeri dalam bentuk narkotika.
“Penyelundupan keluar kekayaan kita kalau dicuri adalah ancaman bagi kedaulatan kita. Penyelundupan ke dalam narkotika adalah ancaman bagi kelangsungan hidup bangsa kita,” tuturnya.
Dari banyaknya bentuk ancaman ini membuat TNI harus menyesuaikan diri. Dia meminta prajurit TNI untuk terus belajar dan berlatih agar siap menghadapi kemungkinan ancaman terburuk.
Prabowo juga menekankan pentingnya membangun TNI sebagai kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, dan adaptif. Menurut dia, penguasaan teknologi menjadi hal yang semakin penting bagi kekuatan pertahanan Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menekankan bahwa sistem yang diterapkan di TNI harus mengedepankan prestasi bukan sekadar senioritas.
“Apalagi sistem-sistem yang sempit,” katanya.
Kepala negara juga meminta seluruh prajurit TNI menghindari loyalitas sempit termasuk loyalitas berdasarkan angkatan dan sebagainya. Prabowo mendorong untuk memperkuat sinergi dengan kementerian, lembaga, pemerintah daerah, hingga unsur masyarakat.
“Kekuatan dan kemampuan TNI harus dapat mempercepat program pemerintah menghadapi kesulitan yang dihadapi rakyat,” ujarnya.
Prabowo juga menjelaskan bahwa Indonesia memilik wilayah luas dengan tanggung jawab pertahanan yang besar. Dia bahkan membandingkan luas Indonesia dengan kawasan Eropa yang terdiri dari banyak negara dan angkatan bersenjata.
“Di Eropa terdiri dari 30 negara lebih, mereka punya 30 angkatan perang, 30 AU, 30 AL, kita satu TNI. Tugas saudara berat tapi saya yakin saudara mampu,” tuturnya. (edisi/cnbc)
Comment