3 Reksa Dana Saham di Makmur dengan Kinerja Tertinggi

EDISIINDONESIA.id- Memilih produk investasi yang tepat adalah langkah penting untuk mencapai tujuan keuangan Anda. Salah satu instrumen yang banyak diminati adalah reksa dana saham karena potensi imbal hasilnya yang tinggi dalam jangka panjang.

Saat ini, Anda dapat dengan mudah menemukan berbagai pilihan reksadana saham di Makmur.id sebuah platform investasi yang dikelola oleh Makmur sebagai perusahaan wealth tech berizin Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Makmur menyediakan layanan investasi reksadana terpadu, serta memastikan seluruh produk reksa dana telah melalui proses kurasi profesional sehingga Anda dapat berinvestasi dengan lebih percaya diri.

Reksa Dana Saham dengan Kinerja Tinggi dalam 1 Tahun Terakhir

Berikut ini merupakan daftar reksa dana yang mencatatkan pertumbuhan signifikan, sekaligus komposisi asetnya untuk membantu Anda menilai profil risikonya:

1. Sucorinvest Maxi Fund

Produk pertama yang menonjol adalah Sucorinvest Maxi Fund dengan performa yang sangat impresif dalam satu tahun terakhir. Reksa dana ini memiliki alokasi aset sebesar 97,62% pada saham dan 2,38% pada pasar uang.

Berdasarkan data per 17 Maret 2026, dana kelolaan reksa dana ini mencapai Rp1,29 triliun. Dalam periode satu tahun terakhir, Sucorinvest Maxi Fund mencatat pertumbuhan sebesar 73,45%. Kinerja ini menunjukkan strategi pengelolaan yang agresif dengan fokus utama pada saham, sehingga berpotensi memberikan imbal hasil tinggi.

Namun demikian, Anda perlu memahami bahwa dominasi saham dalam portofolio juga berarti fluktuasi yang lebih tinggi. Produk ini lebih cocok untuk Anda yang memiliki profil risiko agresif dan tujuan investasi jangka panjang.

2. Bahana Icon Syariah Kelas G

Selanjutnya, terdapat Bahana Icon Syariah Kelas G yang menjadi pilihan menarik bagi Anda yang menginginkan investasi berbasis prinsip syariah. Reksa dana ini memiliki komposisi 84,2% saham dan 15,8% pasar uang.

Per 17 Maret 2026, produk ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 66,12% dalam satu tahun terakhir. Kinerja tersebut menunjukkan bahwa reksa dana syariah juga mampu bersaing dalam memberikan imbal hasil yang optimal.
Dengan adanya porsi pasar uang, volatilitas produk ini sedikit lebih terjaga dibandingkan reksa dana yang sepenuhnya berfokus pada saham. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi Anda yang ingin tetap agresif namun dengan sedikit pengelolaan risiko tambahan.

3. TRIM Syariah Saham

Produk ketiga adalah TRIM Syariah Saham yang juga berbasis prinsip syariah dengan diversifikasi aset yang lebih luas. Komposisinya terdiri dari 89,28% saham, 5,42% pasar uang, dan 5,3% obligasi.

Berdasarkan data per 17 Maret 2026, reksa dana ini tumbuh sebesar 46,82% dalam satu tahun terakhir. Meskipun pertumbuhannya lebih rendah dibanding dua produk sebelumnya, performa ini tetap tergolong tinggi dalam kategori reksa dana saham.

Diversifikasi ke obligasi dan pasar uang memberikan stabilitas tambahan, sehingga produk ini dapat menjadi pilihan bagi Anda yang menginginkan keseimbangan antara potensi pertumbuhan dan pengelolaan risiko.

Kinerja masa lalu tidak menjamin kinerja di masa depan.

Sebelum Anda memutuskan untuk berinvestasi, penting untuk memahami beberapa faktor utama agar keputusan yang diambil lebih tepat dan sesuai kebutuhan.

Pertama, kenali profil risiko Anda. Reksa dana saham memiliki potensi keuntungan tinggi, tetapi juga disertai risiko fluktuasi yang besar. Kedua, perhatikan tujuan investasi Anda, apakah untuk jangka pendek, menengah, atau panjang. Ketiga, evaluasi kinerja historis dan komposisi aset untuk memahami strategi pengelolaan produk.

Tiga reksa dana yang telah dibahas menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam satu tahun terakhir, masing-masing dengan karakteristik dan strategi investasi yang berbeda. Sucorinvest Maxi Fund menawarkan pertumbuhan tertinggi dengan pendekatan agresif, Bahana Icon Syariah Kelas G memberikan alternatif syariah dengan performa kuat, dan TRIM Syariah Saham menghadirkan diversifikasi yang lebih seimbang.

Sebagai investor, Anda perlu menyesuaikan pilihan dengan profil risiko dan tujuan keuangan Anda. Pastikan Anda tidak hanya terpaku pada kinerja masa lalu, tetapi juga mempertimbangkan faktor lain sebelum mengambil keputusan.(**)

Comment