Paslon BerAmal Unggul 60 Persen Hitung Cepat Pilkada Kolaka

KOLAKA, EDISIINDONESIA.id- Data Sinergi Indonesia (SDI) menggelar konferensi pers hasil quickcount Pilkada Kabupaten Kolaka di kediaman Husmaluddin, calon wakil bupati nomor urut 1. SDI merilis pasangan calon bupati nomor urut 1, BerAmal, memperoleh angka 60,52% berdasarkan hasil quickcount, melampaui hasil survei ke-3 SDI dua pekan lalu. Pasangan calon bupati nomor urut 2, JADI, memperoleh angka 39,48%.

Dirut SDI, Barkah Pattimahu, menyatakan bahwa hasil quickcount ini didasarkan pada data sampel yang diambil dari 169 TPS dari total 380 TPS. “Berdasarkan hasil quickcount tersebut, saya bisa mengatakan Kolaka sudah memiliki bupati baru,” ujar Barkah.

Calon bupati BerAmal, Amri Djamaluddin, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pendukung dan berharap agar kemenangan ini tidak memicu konflik.

“Saya berharap bahwa kemenangan ini jangan kita melakukan hal-hal yang tidak diinginkan sesama anak Kolaka, kita tetap tenang, jaga kondusivitas,” kata Amri.

Sementara itu, di Posko BerAmal, Indirwan dari Badan Survei BerAmal (BSB) merilis hasil realcount yang menunjukkan pasangan calon bupati nomor urut 1 BerAmal memperoleh angka 58,89%, sedangkan pasangan calon bupati nomor urut 2 JADI berada di angka 39,56%. Suara tidak sah tercatat di angka 1,54%.

Indirwan menjelaskan bahwa BSB merilis hasil realcount untuk memberikan informasi yang akurat dan mencegah simpang siur informasi. “Alhamdulillah setelah di tutup TPS, 380 orang yang bertugas di 380 TPS sudah mengirimkan data, telah masuk datanya,” tambahnya.

Hasil quickcount dan realcount ini menunjukkan keunggulan pasangan calon bupati BerAmal. Namun, perlu diingat bahwa hasil ini belum resmi dan masih menunggu penetapan dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Amri Djamaluddin menekankan pentingnya menjaga kondusivitas dan tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Pasangan calon bupati BerAmal dan JADI kini menunggu hasil resmi dari KPU untuk menentukan pemenang Pilkada Kabupaten Kolaka. Penting bagi semua pihak untuk tetap menjaga situasi yang kondusif dan menghormati proses demokrasi. (**)

Comment