KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Kendari menyerahkan dua ular piton hasil evakuasi kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada Kamis (14/11/2024).
Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Seksi Operasional Penyelamatan Damkar Kota Kendari, Agus, didampingi oleh pasukan jaga yang menangani evakuasi.
Ular piton tersebut masing-masing memiliki panjang lima meter dan delapan meter, keduanya dievakuasi oleh petugas Damkarmat dari lokasi yang berbeda.
Ular sepanjang lima meter dievakuasi di Jalan Sawerigading, Lorong Dolog, Kelurahan Wawombalata, Kecamatan Mandonga, pada Minggu 28 April 2024, sementara ular delapan meter berhasil diamankan di Kelurahan Labibia, Kecamatan Mandonga, pada Jumat 8 November 2024.
Keduanya ditemukan atas laporan warga yang khawatir akan kehadiran ular besar tersebut di lingkungan permukiman mereka.
Menurut Agus, penyerahan ular kepada BKSDA bertujuan agar hewan liar ini dapat menjalani proses rehabilitasi dan akhirnya dilepas kembali ke habitat alaminya, jauh dari area permukiman warga.
“Kami bekerja sama dengan BKSDA agar ular-ular ini bisa dirawat dan dipersiapkan untuk kembali ke alam bebas, sehingga tidak menimbulkan risiko bagi warga,” ungkap Agus.
Penemuan ular besar ini sebelumnya sempat menggegerkan masyarakat, khususnya di Kelurahan Labibia, tempat ular delapan meter ditemukan dalam gorong-gorong.
Proses evakuasi yang memakan waktu dan melibatkan peralatan terbatas menunjukkan komitmen Damkarmat dalam menjaga keselamatan warga.
Diharapkan dengan penanganan profesional oleh BKSDA, ular-ular ini dapat segera kembali ke lingkungan yang lebih aman, menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah risiko ancaman bagi warga di masa depan. (**)
Comment