EDISIINDONESIA.id — Peluang Timnas Indonesia melaju ke babak final FIFA ASEAN Cup 2026 masih terbuka lebar. Namun, satu syarat mutlak harus dipenuhi: Skuad Garuda wajib meraih kemenangan dengan selisih gol yang besar saat berhadapan dengan Bangladesh di laga penentuan Grup A.
Pertandingan krusial ini akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Kamis (1/10) pukul 19.30 WIB.
Saat ini, Indonesia menempati posisi kedua klasemen sementara dengan mengoleksi 4 poin — angka yang sama dengan Malaysia di peringkat pertama. Bedanya, Malaysia unggul selisih gol: +3 melawan Indonesia yang baru mencatat +2.
Pengamat sepak bola nasional Luciano Leandro menegaskan peluang Garuda belum tertutup, namun kemenangan adalah hal yang tak bisa ditawar.
“Situasinya sangat jelas: nasib Indonesia masih di tangan sendiri, pintu masih terbuka. Tapi kemenangan adalah kebutuhan mutlak,” ujar Luciano yang dikutip dari Bola.com, Rabu (30/9).
“Karena poin kita sama dengan Malaysia, maka yang menentukan adalah selisih gol. Indonesia harus menang tiga poin sekaligus mencetak gol sebanyak mungkin,” tambahnya.
Jangan Terburu-buru, Bangun Bertahap
Meski butuh kemenangan besar, Luciano mengingatkan agar para pemain tidak menjadikan kebutuhan gol sebagai beban yang memicu kepanikan sejak peluit awal.
“Jangan sampai terlalu terobsesi mengejar selisih gol sejak menit pertama. Prioritas utama adalah memenangkan pertandingan terlebih dahulu,” tegasnya.
Jika terlalu terburu-buru mengejar gol, struktur permainan bisa runtuh dan justru membuka celah bagi Bangladesh untuk melancarkan serangan balik, ungkap mantan pemain Persija Jakarta dan PSM Makassar itu.
Ia menyarankan pendekatan yang tenang dan terukur: “Cetak gol pertama, kendalikan jalannya pertandingan, baru cari gol berikutnya. Bermainlah dengan urgensi tinggi, tapi jangan panik. Kesabaran adalah kunci di sini.”
Ujian Mental yang Sama Beratnya
Selain kemampuan teknis, laga ini juga menjadi ujian mental berat bagi skuad asuhan pelatih Kevin Diks. Pasalnya, hasil akhir tak hanya bergantung pada usaha sendiri — laga Malaysia melawan Singapura juga akan ikut menentukan siapa yang lolos sebagai juara Grup A.
“Indonesia tidak bisa hanya melihat ke lapangan sendiri. Hasil pertandingan Malaysia lawan Singapura ikut menentukan nasib kita,” kata Luciano.
Oleh karena itu, ketenangan di tengah tekanan menjadi senjata utama. “Bagi saya, laga melawan Bangladesh bukan sekadar ujian kualitas permainan, melainkan bukti kedewasaan mental seberapa mampu Garuda tetap terorganisir dan tenang saat semua mata menuntut kemenangan besar,” pungkasnya.(edisi/bola)
Comment