Pelayanan Dapur MBG Watopute Muna Terus Mendapat Sorotan Negatif

MUNA, EDISIINDONESIA.id – Pelayanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Kecamatan Watopute kembali menjadi sorotan publik. Setelah sebelumnya ditemukan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) berupa buah salak yang busuk, kini muncul sejumlah kritik dan dugaan ketidakprofesionalan dari warga.

Baru-baru ini, media Edisi Indonesia memperoleh informasi bahwa oknum kepala sekolah salah satu SD di Watopute bersama dua petugas SPPG mendatangi salah seorang orang tua siswa yang sebelumnya mengkritik menu MBG melalui postingan di media sosial Facebook.

Diduga kuat, kedatangan mereka bertujuan untuk mengintimidasi orang tua agar tidak melayangkan kritik terkait menu MBG di media sosial.

Tak hanya di dunia nyata, sorotan juga datang dari dunia maya. Seorang pengguna anonim di grup Facebook Wuna Forum menuliskan keluhannya, menyampaikan kekesalannya terhadap pelayanan dapur SPPG Watopute. Ia menulis,

“Teruntuk dapur SPPG Watopute, bisakah kalian tepat waktu mengantar makanan? Hampir setiap hari makanan untuk sekolah TK selalu di atas jam 10 pagi, bahkan kadang sudah hampir jam 11 baru tiba.”

Dalam tulisannya, pengguna tersebut juga berharap agar dapur tersebut dievaluasi kembali. Ia menambahkan, pihak SPPG Watopute diduga memblokir grup WhatsApp yang digunakan untuk komunikasi, karena pesan-pesan yang dikirimkan tidak lagi diterima dan hanya admin yang dapat memberikan komentar.

Untuk memastikan kebenaran dari sorotan tersebut, media ini mencoba mengonfirmasi pihak SPPG. Namun, hingga berita ini dirilis, Kepala SPPG Watopute, La Ode Andi Woru, belum dapat dikonfirmasi. Pesan WhatsApp yang dikirimkan masih berstatus centang satu, menandakan pesan tersebut belum terbaca.

Sementara itu, meskipun pesan yang dikirim ke mitra dapur MBG Watopute, Adin, telah berstatus centang dua dan terlihat online, ia tidak memberikan konfirmasi ataupun tanggapan terkait sorotan yang berkembang.(**)

Comment