Wamendiktisaintek Harap Rektor UHO Mampu Wujudkan Perguruan Tinggi Berdampak

KENDARI, EDISIINDONESIA.id — Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menegaskan bahwa tantangan utama perguruan tinggi bukan hanya menjalankan proses pergantian kepemimpinan, melainkan meningkatkan kinerja dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Fauzan saat menghadiri agenda pemilihan calon rektor Universitas Halu Oleo (UHO) yang diselenggarakan Senat UHO di Gedung Rektorat UHO, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (13/10/2026).

Menurut Fauzan, pemilihan rektor merupakan bagian dari siklus organisasi yang berlangsung secara berkala. Karena itu, perhatian utama setelah proses pemilihan harus diarahkan pada kinerja dan kontribusi perguruan tinggi dalam menjawab tantangan ke depan.

“Ini sebenarnya adalah satu ritual organisasi, hal yang biasa. Jadi, yang substantif justru berada pada kinerja,” ujar Fauzan di hadapan awak media.

Ia juga mengapresiasi pelaksanaan pemilihan rektor UHO yang berlangsung lancar. Fauzan menilai kepemimpinan Ketua Senat dalam mengawal jalannya proses tersebut turut mendukung kelancaran agenda kelembagaan itu.

Fauzan menjelaskan, siklus kepemimpinan UHO berlangsung setiap empat tahun. Namun, pergantian kepemimpinan bukanlah tujuan akhir, melainkan bagian dari proses organisasi untuk memastikan keberlanjutan dan peningkatan kinerja institusi.

Menurutnya, tantangan yang lebih besar adalah membawa perguruan tinggi menjadi institusi yang memberikan dampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

“Perguruan tinggi harus turun gunung, perguruan tinggi tidak boleh berada dalam menara gading, tetapi harus menjadi entitas sosial,” katanya.

Pernyataan tersebut menekankan pentingnya peran perguruan tinggi untuk tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik di lingkungan kampus, tetapi juga terlibat dalam menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Fauzan menilai perguruan tinggi perlu membangun hubungan yang lebih erat dengan lingkungan sosial. Dengan demikian, pengetahuan, penelitian, dan berbagai potensi akademik dapat diarahkan untuk mendukung penyelesaian masalah serta memenuhi kebutuhan masyarakat.

Dalam konteks kepemimpinan UHO ke depan, tantangan tersebut menjadi bagian penting yang perlu diperhatikan. Kinerja universitas diharapkan tidak hanya tercermin dari pelaksanaan kegiatan akademik, tetapi juga dari kontribusi nyata yang diberikan kepada masyarakat.

Pemilihan rektor UHO pun menjadi bagian dari mekanisme kelembagaan yang membuka jalan bagi keberlanjutan kepemimpinan universitas. Lebih dari itu, agenda tersebut menegaskan pentingnya memastikan perguruan tinggi tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan mampu menjalankan peran sosialnya secara berkelanjutan. (**)

Comment