EDISIINDONESIA.id- Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran berjalan, dan pengembangan Koperasi Desa Merah Putih terus digalakkan sebagai langkah nyata memperkokoh ekonomi serta ketahanan pangan di tingkat desa.
Koperasi ini dirancang bukan sekadar tempat berdagang, melainkan pusat layanan masyarakat yang lengkap mulai dari toko kebutuhan pokok, unit simpan pinjam, klinik kesehatan, apotek, hingga gudang pendingin untuk menjaga ketersediaan pangan.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) atau yang dikenal sebagai Kopdes, disiapkan untuk menjadi penampung hasil komoditas warga, penyalur bantuan bersubsidi, pusat jaringan logistik, sekaligus penunjang utama program Makan Bergizi Gratis.
“Kini pengelolaannya sudah berjalan baik. Penempatan para manajer pun sudah dilakukan,” ujar Zulhas dalam keterangan resminya, Senin, 12 Oktober 2026.
Hingga saat ini, sekitar 28 ribu koperasi telah disiapkan untuk dikelola tenaga profesional. Data dari Kementerian Koperasi per 28 September 2026 mencatat, lebih dari 85 persen dari 28.620 calon manajer telah menyatakan kesediaannya untuk ditempatkan. Sesuai jadwal, mereka yang telah menyelesaikan proses konfirmasi resmi mulai bertugas pada Oktober 2026 ini.
Penempatan manajer profesional merupakan bagian penting agar pengelolaan koperasi menjadi kuat, bersih, dan mampu menjawab kebutuhan warga sekaligus menggerakkan roda ekonomi desa.
Sejalan dengan itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menyatakan pengembangan Kopdes beriringan dengan upaya mengangkat desa mandiri menjadi desa industri. Kebijakan ini diarahkan agar potensi tiap daerah dapat berkembang menjadi kegiatan ekonomi yang bernilai lebih tinggi.
“Kita naikkan desa mandiri menjadi desa industri. Dengan begitu, akan terbentuk lingkaran ekonomi yang lebih kuat dan berkembang lagi,” ujar Yandri.
Kopdes juga dirancang untuk memudahkan warga mendapatkan akses pembiayaan. Nantinya, koperasi akan menyalurkan pinjaman berbunga rendah dari bank-bank Himbara bagi warga yang membutuhkan modal usaha atau kebutuhan mendesak.
“Nanti di Kopdes tersedia pinjaman dari Bank Himbara dengan bunga rendah. Itulah solusi yang kami siapkan,” jelasnya.
Tak hanya pembiayaan, pupuk dan LPG bersubsidi juga akan disalurkan melalui jaringan Kopdes. Langkah ini dimaksudkan agar penyaluran barang bersubsidi lebih tepat sasaran — diterima langsung oleh masyarakat yang benar-benar berhak menerimanya.
“Kopdes akan menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk memastikan barang-barang bersubsidi benar-benar sampai ke rakyat yang membutuhkannya,” tegas Yandri.(**)
Comment