KENDARI, EDISIINDONESIA.id-Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Tenggara memperluas edukasi kesehatan kepada masyarakat sebagai upaya mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat kabut asap yang berkaitan dengan kebakaran hutan di sejumlah daerah.
Kepala Bidang Bina Kesehatan Masyarakat Dinkes Sultra, Sija Tiku, menjelaskan bahwa edukasi dilakukan melalui tim promosi kesehatan yang telah menyampaikan imbauan di sejumlah masjid. Masyarakat diingatkan untuk menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi kabut asap masih berlangsung.
Selain penyampaian imbauan secara langsung, Dinkes Sultra juga menyebarkan brosur dan materi edukasi kesehatan. Materi tersebut berisi anjuran untuk membatasi aktivitas fisik di luar rumah serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan.
Sija menambahkan, edukasi kesehatan menjadi salah satu langkah yang dilakukan Dinkes Sultra dalam merespons kondisi kabut asap. Upaya tersebut turut didukung melalui pembagian masker, pemantauan wilayah, serta koordinasi lintas sektor.
Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama kabut asap masih terjadi, terutama dengan mengurangi paparan asap melalui pembatasan aktivitas di luar ruangan.
Dinkes Sultra berharap masyarakat dapat mengikuti imbauan kesehatan yang telah disampaikan sembari menunggu perkembangan kondisi kabut asap dan pelaksanaan upaya penanganan di wilayah terdampak.
Melalui perluasan edukasi ini, Dinkes Sultra mendorong masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak kabut asap dan menerapkan langkah perlindungan kesehatan sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.(**)
Comment