KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar musyawarah provinsi (Musprov) ke VIII bertempat di Swiss Bell Hotel Kendari, Sabtu (14/2/2026).
Penyelenggaraan Musprov ini dinilai sebagai ajang dalam menentukan arah Kadin Sultra dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dibumi anoa.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Organisasi, Komunikasi dan Pemberdayaan Daerah Kadin Indonesia, Erwin Aksa menekankan kepada seluruh jajaran Kadin Sultra untuk mensukseskan program strategis nasional (PSN) pemerintah pusat.
“Program yang paling penting hari ini adalah mensukseskan program strategis pemerintah atau presiden,” katanya di hadapan awak media.
Program yang paling krusial untuk dilaksanakan ialah Makan Bergizi Gratis (MBG). Sejauh ini, Kadin Sultra diketahui telah berkontribusi banyak dalam mendirikan dapur MBG di jazirah Sultra.
Selain itu, Kadin Sultra juga ditekankan dapat meningkatkan pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) yang dapat berdampak signifikan dalam menunjang pertumbuhan ekonomi dan menekan angka inflasi.
Sementara itu, Ketua Kadin Sultra Anton Timbang berkomitmen untuk menekan angka inflasi di Sultra. Hal ini terlihat dari realisasi program kerja berupa gerakan pangan murah.
“Disisi lain juga bagaimana kita membantu pemerintah menekan inflasi. Kita tahu bahwa ada beberapa kabupaten kita yang inflasinya sedikit, nah disitulah sasaran utamanya dilaksanakan program gerakan pangan murah,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya mengusung program kerja prioritas terkait dengan hirilisasi aspal Buton sebagai pioner pembangunan jalan infrastruktur di Indonesia.
Program hirilisasi ini diperkuat dengan anggaran yang digelontorkan melalui danaantara senilai Rp1,49 Triliun untuk pengembangan industri aspal Buton.
“Saya sudah menyampaikan dan akhirnya CEO Danaantara dalam hal ini pak Rosan sudah menggelontorkan dana 1,49 Triliun, ini untuk pengembangan industrinya. Ini juga sudah masuk dalam PSN nya bapak Presiden,” pungkasnya. (**)
Comment