KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Kasus aktif Covid-19 di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sempat nol kasus selama beberapa bulan terakhir, namun saat ini 16 warga Kota Kendari kembali terinfeksi Covid-19, Jumat (11/11/2022).
Hal tersebut berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari. Dimana, dari total 16 kasus Covid-19 sebanyak 10 orang di rawat di rumah sakit, 3 diantaranya di rawat di Rumah Sakit Abunawas dan 7 orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abunawas Kota Kendari.
Sedangkan 6 orang lainnya melakukan isolasi mandiri di rumah dengan pemantauan puskesmas di wilayah kerja masing-masing.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kendari, Ellfi mengatakan bahwa masih terus ada kasus positif setiap harinya.
“Tapi eberapa hari terakhir ini jumlahnya cukup menurun jika dibandingkan dengan kasus baru di dua pekan pertama bulan Oktober 2022 lalu,” katanya saat ditemui diruang kerjanya, Jumat (11/11/2022).
“Biasanya di awal Oktober itu didapati 11-15 kasus per harinya. Alhamdulillah sekarang ini hanya diangka 3-5 kasus per hari,” tambahnya
Ellfi mengaku meski ada kasus baru, tetapi kasus Covid-19 kali ini tergolong dengan angka kesembuhan yang cukup tinggi.
“Kesembuhannya meningkat, setiap hari juga ada,” ucapnya.
Kata dia, semua kasus Covid-19 yang tercatat dalam sistem pencatatan pelaporan Dinkes Kendari merupakan warga Kota Kendari.
“Yang lain dicatat juga di Dinas Kesehatan kabupaten masing-masing,” katanya.
Selain itu, yang terkonfirmasi Covid-19 ini beraneka ragam riwayatnya, ada yang habis melakukan perjalanan, ada yang tidak melakukan perjalanan apapun. Bahkan ada yang sudah divaksin booster, ada yang belum di vaksin, ada yang baru vaksin satu, ada pula yang baru vaksin dua.
“Tapi jumlahnya secara detail, ada di Puskesmas masing-masing yang lebih mendalami terkait riwayat perjalanannya, riwayat vaksinnya, komorbitnya. Tapi tetap kami pantau,” ungkapnya.
Tak lupa, ia mengingatkan agar masyarakat Kota Kendari tetap menerapkan protokol kesehatan dan pola hidup sehat. Termasuk melengkapi dosis vaksinasi Covid-19, meski itu tidak menjamin tidak terkena Covid-19, tetapi dapat mencegah terjadinya efek yang parah dari Covid-19.
“Alhamdulillah, tidak satupun yang menderita ini dinyatakan meninggal, karena sebagian besar sudah pernah di vaksin,” tutupnya. (**)
Comment