KENDARI, EDISIINDONESIA.id – Festival Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) Tahun 2025 digelar di Papalimba Water Tourism Lapulu, RTH Kota Kendari, Sabtu (15/11/2025) malam.
Mengusung tema Penguatan Konsumsi Ikan untuk Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Masyarakat Sulawesi Tenggara Menuju Generasi Emas 2045, festival ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan Hari Ikan Nasional ke-12.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini melibatkan perwakilan kementerian, OPD, TP PKK, jajaran dinas kelautan dan perikanan, aparat kecamatan, pelaku UMKM, serta sekitar 200 peserta.
Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Tenggara, Srikina, menjelaskan bahwa Festival GEMARIKAN merupakan langkah strategis untuk memperkuat budaya konsumsi ikan dan mewujudkan ketahanan pangan berbasis sumber daya laut.
Ia menyampaikan bahwa festival bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat ikan bagi kesehatan dan kecerdasan anak, menumbuhkan minat generasi muda menjadikan ikan sebagai menu harian, serta memperkenalkan ragam produk olahan ikan lokal bernilai ekonomis tinggi.
Selain itu, festival menjadi ruang bagi UMKM perikanan memperluas pasar, didukung rangkaian kegiatan seperti cooking class, local music, fun zumba, lomba ranking 1, edukasi gizi, serta demo pengolahan ikan sehat.
Dalam sambutan yang dibacakan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Hugua, Gubernur Andi Sumangerukka menekankan pentingnya konsumsi ikan untuk memperbaiki asupan gizi masyarakat.
“Ikan adalah sumber protein yang paling aman dan paling tinggi. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki sumber daya hayati perairan yang sangat potensial. Karena itu konsumsi ikan harus kita dorong terus-menerus,” ujarnya.
Wagub juga menyoroti kaitan konsumi ikan dengan stunting, terutama jika pola makan keluarga lebih banyak mengandalkan makanan instan.
“Terkadang orang tua lebih sering memberikan makanan instan seperti mi dan fast food yang lebih banyak perasa daripada gizinya. Mulai malam ini, ajarkan anak-anak kita makan ikan karena itu yang paling aman dan bergizi,” katanya.
Sulawesi Tenggara saat ini mencatat konsumsi ikan sebesar 43,8 kilogram per kapita, tertinggi kedua secara nasional. Namun Wagub mengingatkan agar kewaspadaan tidak menurun.
“Angka ini jauh di atas rata-rata nasional yang hanya 25,31 kilogram per kapita. Ini kabar baik, tetapi kita tetap harus waspada karena stunting bisa mengintai apabila orang tua lengah,” ujarnya.
Ia kembali menegaskan pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia 10 tahun.
“Jika sejak kehamilan hingga usia 10 tahun anak mendapatkan kecukupan protein ikan, vitamin, mineral, dan nutrisi lainnya, maka Insya Allah mereka akan tumbuh menjadi generasi yang cerdas, kuat, dan berdaya saing, ” Bebernya.
Wagub juga menyampaikan bahwa penyelenggaraan Festival GEMARIKAN sejalan dengan agenda pembangunan nasional seperti penciptaan lapangan kerja, hilirisasi, dan penguatan industri lokal, serta mendukung visi pembangunan daerah.
Di akhir sambutan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan festival dan berharap kegiatan ini menjadi momentum penting dalam peningkatan konsumsi ikan di Sulawesi Tenggara menuju Generasi Emas 2045.(**)
Comment